Katak dan Kodok hewan Serupa tapi Tak Sama

Katak dan Kodok hewan Serupa tapi Tak Sama

Katak dan Kodok hewan Serupa tapi Tak Sama – Katak dan kodok memang tampak mirip. Wajar jika banyak orang menganggap keduanya adalah hewan yang sama. Apalagi, keduanya sama-sama hewan amfibi, yaitu hewan yang dapat hidup di darat dan air. Padahal, mereka sebenarnya berbeda.

Katak dan Kodok hewan Serupa tapi Tak Sama

Katak menghabiskan banyak waktu di dalam dan di dekat air. Kulit mereka harus tetap licin dan basah. Ini berbeda dengan kodok yang kulitnya kering dan bergelombang. Biasanya, kodok hanya masuk ke air untuk bertelur. Sisa hidup mereka lebih banyak dihabiskan di darat.

Katak juga memiliki mata yang tampak melotot, seolah-olah keluar dari kepala mereka, sementara kodok memiliki mata yang berada lebih ke dalam. Perbedaan Iain dapat disaksikan saat mereka bergerak. Jarak satu kali lompatan seekor katak cenderung cukup dibanding kodok yang hanya melompat pendek-pendek untuk bergerak.

Kodok Bertanduk yang dapat Menyemprotkan Darah dari Matanya

Kodok bertanduk (horned toad) memiliki cara unik dalam melindungi diri. Hewan ini sebenarnya bukan kodok, melainkan kadal. Bentuk tubuh yang pendek dan bulat membuatnya terlihat seperti kodok.

Warna tubuh kodok atau kadal ini sebenarnya berguna sebagai kamuflase. Saat terancam, pertahanan pertama mereka adalah berdiam diri agar pemangsa tidak mengetahui keberadaannya. Namun, jika cara ini gagal, mereka akan membusungkan tubuhnya agar terlihat lebih besar.

Jika cara ini tetap gagal, pertahanan terakhirnya adalah menyemprotkan darah dari saluran air matanya. Tidak hanya membingungkan pemangsa, darah yang berbau sangat busuk itu akan mengurungkan niat pemangsa untuk memangsanya.

Fakta Unik tentang Katak dan Kodok

  • Bentuk pertahanan diri katak berambut (hairy frog) benar-benar mengerikan Saat dalam bahaya, katak ini mematahkan tulangnya sendiri agar bagian yang tajam dari patahan tulang itu dapat menembus kulitnya dan menyembul seperti cakar.
  • Kodok memiliki pertahanan diri dengan membuat dirinya terlihat lebih besar hingga tiga kali ukuran sebenarnya. Caranya, mereka akan berdiri jinjit dan menggernbungkan seluruh tubuhnya.
  • Semua katak memiliki kelenjar racun pada kulitnya untuk pertahanan diri. Namun, katak panah beracun (poison dart frog) dari Amerika Selatan dan Tengah menghasilkan racun yang paling mematikan, bahkan jauh lebih mematikan dari bisa kobra.
  • Katak bertanduk ukir (ornate horned frog) yang ditemukan di Argentina bisa memakan seluruh tubuh tikus dalam satu kali telan.
  • Katak terkecil di dunia adalah katak bayi Brasil (Brazilian baby frog) yang ukurannya lebih kecil dari sebuah koin.
  • Hyalinobatrachium pellucidum disebut juga katak kaca karena kita dapat melihat bagian dalam tubuhnya. Hal disebabkan kulitnya yang transparan.
  • Suara katak air (toadfish) jantan saat musim kawin begitu keras. Mereka bersuara di dalam air hingga bisa tetdengar oleh manusia di atas air.
  • Katak spring peeper bisa bertahan hidup saat musim dingin walaupun 65% kandungan air dalam tubuhnya telah beku.
  • Kodok berperut api (fire-bellied tood) memiliki warna merah terang pada perutnya sebagai pertahanan diri terhadap predator. Ini juga sebagai peringatan bahwa kulit kodok ini beracum.
  • Katak tidak perlu minum air karena mereka menyerap melalui kulitnya.
  • Katak kayu (wood frog) masih bisa hidup walaupun tubuhnya membeku. Mereka menggunakan glukosa dalam tubuhnya untuk melindungi organ vital saat dalam keadaan beku.
  • Seekor katak emas (gold frog) dewasa panjang tubuhnya hanya 9,8 mm atau kurang dari 1 cm.

Demikian info tentang Katak dan Kodok hewan Serupa tapi Tak Sama semoga bermanfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.